0

Empat Taman Safari Indonesia (TSI) – Lembaga Konservasi Terbaik Indonesia dan Terbesar se Asia Tenggara

Lembaga Konservasi Terbaik dan Terbesar di Asia Tenggara

Taman Safari Indonesia (TSI) merupakan ecotourism terbaik di Indonesia. Sebuah destinasi wisata dimana pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan beragam satwa, burung dan binatang lainnya secara langsung. Saat ini, Indonesia telah memiliki empat Taman Safari di empat daerah yang berbeda-beda. Pertama, Taman Safari Indonesia di Cisarua Puncak Jawa Barat. Kedua, Taman Safari Indonesia II di Prigen, Pasuruan Jawa Timur. Ketiga, Bali Safari dan Marine Park di Gianyar Bali. Dan Keempat, Batang Dolphins Centre di Kawasan Pantai Sigandu, Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Taman Safari Indonesia telah menjadi lembaga konservasi terbaik di Indonesia yang mendapatkan akreditasi di tingkat nasional dan internasional. Ia memiliki beragam fauna dan spesies dari lima benua. Tercatat sekitar 7.500 satwa berada di Taman Safari Indonesia.  Terlebih lagi, Taman Safari Indonesia menjadi taman safari terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara.

 

Sejarah Taman Safari Indonesia (TSI)

Jansen Manansang adalah Pemilik sekaligus Direktur Utama PT. Taman Safari Indonesia. Beliau lahir Tahun 1942 dan menamatkan kuliah dengan gelar Master Biologi. Ayahnya, Hadi Manansang, adalah Kepala Sirkus Oriental Indonesia di era Tahun 1979. Masa kecil Jansen dihabiskan dengan berlatih sirkus.

Tahun 1979, Keluarga Manansang mendirikan penginapan bernama Sari Asih di Cisarua Bogor Jawa Barat. Penginapan ini memiliki taman satwa kecil tempat Ayah Jansen memelihara hewan-hewan sirkus. Seiring berjalannya waktu, tempat ini tidak lagi muat untuk menampung hewan-hewan tersebut. Jansen dan Sang Ayah kemudian membeli lahan bekas perkebunan teh seluas 50 Ha di Tahun 1980 yang kemudian menjadi kebun binatang Taman Safari Indonesia. Tahun 1982, Taman Safari Indonesia mendirikan Elephant Training Center.

Kerja keras Jansen dan keluarga dalam perlindungan alam dan satwa mendapat dukungan dari Pemerintah Indonesia. Pada Tahun 1985, Taman Safari Indonesia resmi menjadi taman konservasi. Beberapa ahli luar negeri dilibatkan dalam pembangunan Taman Safari Indonesia. Dan Tahun 1987, Sari Asih berganti nama menjadi Royal Safari Garden.

 

  1. Taman Safari Cisarua Puncak, Bogor Jawa Barat

Taman Safari Cisarua Bogor adalah Taman Safari I yang kini luasnya mencakup 169 Ha. Lokasinya berada di ketinggian 900 – 1.800 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara yang sangat sejuk antara 16 – 240 C.

Taman Safari I juga mendapat predikat sebagai pusat penangkaran gajah paling berhasil di dunia. Kini terdapat 50 ekor gajah di TSI I. Total satwa dari lima benua berbeda mencapai 7.500 ekor termasuk ikan dan burung. Kita dapat menggunakan mobil pribadi atau bergabung dengan wisatawan lainnya menggunakan kendaraan dan kereta wisata. Sekitar 50.000 pohon ditanam di lokasi ini sejak mulai TSI I beroperasi.

Tak hanya sebagai pusat konservasi satwa, Taman Safari I juga dilengkapi dengan beragam fasilitas.  Terdapat wahana rekreasi dilengkapi water park, sepeda layang, gajang terbang, angsa terbang, kincir angin, kereta baby zoo, dan sebagainya. Ada pula Baby Zoo dimana pengunjung dapat menyentuh dan membelai anak harimau dan berfoto dengan harimau, ular ataupun orang utan. Lalu, pengunjung dapat menikmati beragam atrakasi hewan yang sangat menarik dari lumba-lumba, harimau, singa laut dan sebagainya.

Safari Night merupakan wisata Taman Safari yang dapat dinikmati di malam akhir pekan. Pengunjung dapat memilih menginap di area TSI. Dan di akhir Tahun 2017 lalu, TSI I memperkaya daya tariknya dengan menghadirkan sepasang panda dari Cina. Kedua panda ini yaitu Cai Tao dan pasangannya Hu Chun lahir di Tahun 2010. Pemerintah Cina meminjamkan panda-panda tersebut (breeding loan) sebagai bentuk Kerjasama Bilateral antar dua negara tersebut.

Untuk kamu yang ingin berkunjung ke TSI I, bisa klik langsung tautan berikut ini: https://yoexplore.co.id/fun-attractions/taman-safari-bogor/.

 

 

 

 

 

  1. Taman Safari Prigen, Jawa Timur

Sesuai dengan namanya, Taman Safari II ini berada di kawasan Gunung Arjuno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. TSI II berdiri sejak tahun 1997 dengan luas area mencapai 350 Ha, dua kali lebih besar dari TSI I Cisarua. Lokasinya berada di ketinggian 800 – 1.500 meter di atas permukaan laut. TSI II berada sekitar 50 km dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Meskipun memiliki konsep yang sama dengan pendahulunya, namun Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen memiliki keistimewaan tersendiri. TSI II menjadi pusat pengembangbiakan spesies Banteng Jawa. Spesies ini sendiri hampir punah keberadaannya. Selain luas areanya yang lebih besar, koleksi satwanya pun lebih banyak dibandingkan TSI I. Beberapa satwa unik diantaranya Pinguin Humblod, Mandrill the Giant Monkey dan Pygmy Hippo.

Taman Safari Indonesia Prigen juga memiliki Tiger Cave Restaurant dimana pengunjung dapat menikmati hidangan dengan ditemani harimau putih dari balik kaca. Ada camping ground, wahana rekreasi, dan berbagai program pendidikan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Harga tiket bervariasi yaitu tiket reguler seharga Rp. 70 ribu/orang, tiket terusan seharga Rp. 95 ribu/orang atau tiket platinum seharga Rp. 110 ribu/orang.

Taman Safari Indonesia

 

 

  1. Bali Safari & Marine Park

Tahun 2007, Taman Safari Indonesia Group membangun Bali Safari & Marine Park di Kabupaten Gianyar, Bali. Lahannya tidak terlalu besar hanya 50 Ha dengan koleksi satwa mencapai 400 ekor satwa langka dan 80 spesies.

Yang menarik di Bali Safari dan Water Park adalah petualangan safari menggunakan 4×4 jeep, Tsavo Lion Restaurant dan beragam show dengan kultur budaya Bali seperti Seni Budaya Bali Agung Show. Tersedia pula Mara River Safari Lodge yang dibangun di Tahun 2008. Sebuah konsep penginapan dikelilingi dengan satwa Afrika. Dan, waterpark dan Fun Zone yang menambah keseruan liburan keluarga di Bali Safari & Marine Park.

Bali Safari & Marine Park juga menjadi pusat konservasi Burung Jalak Bali (Bali Mynah). Populasinya sangat sedikit dan hampir punah, khususnya akibat perburuan ilegal. Jalak Bali menjadi spesies burung terlangka kedua di dunia. Tak ketinggalan Night Safari Bali dan Safari Journey Bali.

 

  1. Batang Dolphins Centre, Jawa Tengah

Taman Safari terakhir adalah Batang Dolphins Center yang terletak di Kawasan Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Di bangun pada Tahun 2010, Taman Safari Indonesia yang satu ini memfokuskan diri pada konservasi lumba-lumba. Namun, masih ada satwa lainnya yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Antara lain Unta tunggang, Gnu (sejenins banteng), emmu (sejenis burung unta), orang utan, burung, ular, dan lainnya.

Atraksi lumba-lumba adalah atraksi utama di TSI IV. Atraksi Lumba-Lumba berlangsung 30 menit setiap kali pertunjukkan. Ada dua kali jadwal atraksi lumba-lumba setiap harinya, yaitu pada pukul 14:00 dan 16:00. Di samping atraksi lumba-lumba, ada juga atraksi burung dan anjing. Tiket masuk seharga Rp. 20 ribu/orang dengan biaya tambahan jika ingin mendapatkan foto bersama lumba-lumba.

 

Tagged , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *