Gaya Hidup

3 Film Keluarga Pesaing Keluarga Cemara

Film Pesaing Keluarga Cemara
sumber: movieden

Harta yang paling berharga, adalah keluarga. Siapa yang langsung otomatis memainkan nada lagu Harta Berharga saat membaca penggalan kalimat di atas? Sahabat explorer, penggalan lagu legendaris tersebut rasanya sudah old school sekali ya. Banyak generasi muda yang tau sedikit nada dari kalimat lagu tersebut, namun tidak tahu asal muasal lagunya. Harta Berharga merupakan soundtrack dari salah satu sinetron lawas Indonesia berjudul Keluarga Cemara. Sinetron tentang keluarga sederhana yang bahagia ini sangatlah populer pada masanya. Pertama kali tayang pada tanggal 6 Oktober 1996 hingga akhirnya tamat pada tanggal 28 Februari 2005, Keluarga Cemara memiliki kenangan tersendiri di memori Orang Indonesia.

Mengisahkan sebuah keluarga yang dipimpin oleh Abah yang dulunya seorang pengusaha yang sukses dan kaya-raya. Namun karena suatu kejadian, usaha Abah menjadi bangkrut dan keluarganya pun menjadi miskin. Semenjak kemiskinan melanda, nasib keluarga Abah pun berubah. Seluruh anggota keluarga bersatu untuk menghidupi kehidupan sehari-sehari. Konflik antar anggota keluarga pun muncul akibat kondisi tersebut. Abah beralih profesi menjadi tukang becak sementara Emak, istri Abah, menjadi penjual opak dengan dibantu oleh ketiga anaknya, yaitu Euis, Ara, dan Agil. Keluarga Cemara memperlihatkan bagaimana kemiskinan itu tidak merubah hati mereka, karena harta yang paling berharga adalah keluarga.

Jika membahas sinetron yang ideal untuk seluruh anggota keluarga, rasanya sinetron Keluarga Cemara tidak pernah luput dibicarakan. Keluarga Cemara tidak menonjolkan kemewahan dengan konflik cerita yang terlalu dibuat-buat. Selain itu, Keluarga Cemara tidak menjual tampang dari pemain yang cantik dan ganteng, melainkan value cerita yang terkandung. Pada awal tahun 2019, Keluarga Cemara diangkat ke layar lebar sebagai film Indonesia yang dikemas dengan latar suasana yang lebih modern. Kini, banyak film bertema keluarga yang tidak kalah menarik dan bernilai tinggi di Indonesia selain Keluarga Cemara. 

Film Bertema Keluarga, Alternatif Keluarga Cemara



Cek Toko Sebelah

Pada tanggal 28 Desember 2016, Indonesia dihebohkan dengan keviralan film keluarga karya Ernest Prakasa. Cek Toko Sebelah mengisahkan realitas yang terjadi pada kebanyakan keluarga Tionghoa. Film ini menonjolkan fenomena kemirisan saat anak beranjak dewasa yang setelah menyelesaikan kuliah,  ujung-ujungnya malah bekerja di toko orang tuanya sendiri. Cek Toko Sebelah juga memperlihatkan bagaimana sikap orang tua yang kerap membandingkan anak-anaknya, mampu mempengaruhi perasaan anak.  Belum lagi anggapan bahwa anak yang lulus dari universitas terbaik pasti mampu meneruskan usaha keluarga. Film pesaing Keluarga Cemara yang satu ini bercerita tentang keluarga Koh Afuk yang diperankan Chew Kin Wah. Koh Afuk yang merasa sudah terlalu tua untuk mengurus usaha toko kelontong ingin mewariskan bisnisnya ke anaknya.

Film Pesaing Keluarga Cemara

sumber: helmy satria blog

Memiliki dua orang anak dengan profesi dan kesuksesan berbeda, Koh Afuk memutuskan untuk mewariskan tokonya kepada Erwin yang diperankan oleh Ernest Prakasa. Yohan yang diperankan oleh Dion Wiyoko, selaku anak sulung tidak menerima keputusan tersebut. Di sisi lain, Erwin sendiri pun tidak menerima keputusan untuk mewarisi toko karena karirnya yang sedang naik daun. Koh Afuk tetap menjalankan keputusannya dan meyakinkan Erwin dengan memberikan masa percobaan alias training selama satu bulan. 

Bukan hanya masalah internal keluarga, ternyata menjalankan toko kelontong bukanlah hal yang mudah. Konflik pun mencapai klimaks saat Koh Afuk jatuh sakit. Film dengan genre drama keluarga ini juga diselingi komedi-komedi yang sangat luar biasa dari para stand-up comedian Indonesia. Bukan hanya penikmat budaya Tionghoa, sepertinya seluruh masyarakat Indonesia sangat menikmati film ini. Terbukti dengan tercapainya 2,6 juta penonton pada tahun 2017, Cek Toko Sebelah merupakan salah satu film keluarga Indonesia yang sangat recommended!

 

Susah Sinyal

Ernest Prakasa kembali menghadirkan film keluarga pada tanggal 28 Desember 2017. Susah Sinyal menampilkan masalah keluarga yang terhimpit kesibukan. Film pesaing Keluarga Cemara yang satu ini bercerita tentang Ellen yang diperankan oleh Adinia Wirasti, yaitu single mother yang berprofesi sebagai seorang pengacara sukses. Kesibukan membuat Ellen tidak memiliki waktu untuk anak gadisnya, Kiara, yang diperankan oleh Aurora Ribero.

Kiara yang berusia 17 tahun dan sedang menjalani masa pencarian jati diri memiliki watak pemberontak dan aktif di media sosial. Kiara lebih dekat dengan oma yang menjaganya sejak kecil, yaitu Agatha yang diperankan oleh Niniek L. Karim. Ellen yang lebih banyak berada di luar rumah membuat Kiara yang kurang kasih sayang menjadi limbung saat Agatha terkena serangan jantung. Atas saran dari guru Bimbingan Penyuluhan (BP) Kiara yang merupakan seorang psikolog, Ellen memutuskan untuk berhenti sejenak dari segala masalah yang ada, dan liburan ke Sumba.

film susah sinyal

sumber: youtube

Di sana, mereka berusaha untuk menciptakan quality time agar dapat mengobati Kiara yang selama ini telah kehilangan sosok sang ibu. Karena susah sinyal, Ellen kesulitan berkoordinasi dengan Iwan yang diperankan Ernest Prakasa soal pekerjaan di kantor mereka dan Kiara pun tidak bisa aktif di media sosial. Perlahan Ellen bisa mendekati Kiara. Ellen bahkan menyanggupi untuk hadir menyaksikan audisi Kiara nanti. Mereka kembali ke Jakarta dengan riang, namun Ellen langsung dihadapkan dengan masalah besar di kantor sehingga kembali tidak memiliki waktu untuk Kiara.

Hubungan yang sudah mulai membaik pun kembali hancur berantakan. Value film ini sangatlah kaya, mulai dari bagaimana kekayaan materiil tidak mampu menggantikan kasih sayang orang tua. Di sisi lain, film ini juga menyadarkan kita bagaimana kehadiran gawai serta media sosial mampu memberikan dampak langsung terhadap hidup kita. Walau terkesan berat, film ini sangat ramah untuk berbagai usia karena dibalut komedi oleh para stand-up comedian Indonesia.

 

Orang Kaya Baru, Pesaing Keluarga Cemara

Pada tanggal 24 Januari 2019, karya Joko Anwar yang disutradarai Ody C. Harahap ini dibuat dalam bentuk film keluarga yang kocak tapi tetap penuh value. Keluarga Bapak yang diperankan oleh Lukman Sardi hidup dalam kebahagiaan seperti yang dipesankan oleh Keluarga Cemara. Walau berada dalam kondisi keuangan yang pas-pasan karena Bapak hanya bekerja di bengkel, Bapak tetap berusaha menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang berkualitas dengan biaya besar.

Namun Bapak tidak pernah mengeluh dengan keadaan dan selalu mengingatkan keluarganya untuk bersyukur dan menikmati segala yang ada. Bukan dalam bentuk materi tetapi kehangatan dan keharmonisan keluarga yang belum tentu dimiliki oleh setiap keluarga. Ibu selalu memasak dan mengantar jemput Dodi, si bungsu yang diperankan oleh Fatih Unru. Tika yang diperankan oleh Raline Shah selalu pulang dan pergi kuliah menggunakan metromini tanpa mengeluh. Bahkan, bersama Duta yang diperankan oleh Derby Romero sebagai anak laki-laki paling tua, sampai masuk ke kondangan orang yang sebetulnya tidak mereka kenal demi makan enak.

Film Orang Kaya Baru

sumber: kompas

Namun, kehidupan mereka berubah ketika Bapak meninggal dunia. Perubahan status ekonomi dan sosial sebagai Orang Kaya Baru terjadi pada keluarga itu karena Bapak ternyata meninggalkan warisan harta sebesar Rp30 miliar. Selama ini Bapak merahasiakan harta yang dimilikinya agar istri dan anak-anaknya dapat selalu menghargai kerja keras. Mereka pun hidup dengan bergelimang harta. Duta yang selalu bermimpi menjadi sutradara akhirnya dengan mudah menjadi produser drama teaternya sendiri. Tika memaksimalkan potensinya untuk menjadi arsitek, dan Dodi akhirnya bisa mengganti sepatu bututnya dengan sepatu branded keluaran terbaru. Tidak lupa Ibu yang kini mampu membeli segala bentuk dan jenis perhiasan.

Namun ketika mereka memiliki segala kekayaan yang ada, justru masalah mulai muncul bertubi-tubi. Apa yang akan terjadi pada Keluarga Bapak? Film drama keluarga yang satu ini lagi-lagi dibalut dengan komedi sehingga menarik untuk dinikmati sembari mengambil nilai-nilai yang tersirat!

Itulah 3 Film Keluarga Pesaing Keluarga Cemara. Ada yang sudah pernah kamu tonton, sahabat explorer? Atau ada film Indonesia bertemakan keluarga lainnya yang kamu rekomendasikan? Tulis di kolom komentar atau ceritakan dalam bentuk artikel bersama YoExplore! 



Tentang penulis

Marisa

Marisa

Saya adalah kontributor untuk majalah YOEXPLORE, seorang hospitality enthusiast yang menyukai seni musik.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments