Gaya Hidup

Kenalan dengan Balai Latihan Kerja, Pendahulu Kartu Prakerja

kartu pra kerja - yoexplore - from tirto
Ilustrasi Kartu Pra Kerja by tirto.id

YoExplore, Gaya Hidup – Halo Explorer, bagaimana dengan kegiatan #dirumahaja? Tidak terasa sudah hampir satu bulan kita harus menerapkan #socialdistancing atau #physicaldistancing. Sayangnya dampak dari pandemi corona membuat banyaknya masyarakat harus dirumahkan oleh perusahaannya, atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan bahkan permintaan pengunduran diri secara sukarela. Tentu saja ketiga hal tersebut membuat perekonomian masyarakat berdampak negatif. Tidak adanya pemasukan, membuat pemerintah segera mensosialisasikan program kerja andalan presiden di saat masa kampanyenya yakni Kartu Pra kerja.

Sebelum membahas kartu pra kerja, sahabat explorer apakah pernah mendengar tentang Balai Latihan Kerja (BLK)? Bisa dibilang BLK ini “senior” dari program Kartu Pra kerja loh, sahabat Explorer. Nah, untuk sahabat yang masih asing dengan BLK, yuk kita bahas tentang BLK lebih lanjut.

Selayang Pandang tentang Balai Latihan Kerja “senior” Kartu Pra Kerja

Balai Latihan Kerja Senior kartu pra kerja - yoexplore - bisnis ekonomi com

Ilustrsi BLK by Ekonomi bisnis

Balai Latihan Kerja atau sering disebut dengan singkatan BLK adalah tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan atau yang ingin mendalami keahlian di bidangnya masing-masing. Balai Latihan Kerja (BLK) berawal dari ide awal pembentukan Pusat Latihan Kerja Program Pelatihan (PPKPI) bidang industri pada tahun 1953. Pada tahun 1960, PPKPI diarahkan menjadi Pelatihan Pencari Kerja Pegawai, Instansi agar menjadi Tenaga Kerja yang memiliki keterampilan.

Terjadi perubahan dari Pusat Latihan Kerja Program Pelatihan (PPKPI) menjadi Balai Latihan Kerja di bawah pembinaan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia pada tahun 1970. Kemudian, sejak otonomi daerah, Balai Latihan Kerja (BLK) pun berubah menjadi Balai Latihan Kerja Daerah (BLKD) dan berada di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tenaga Kerja di masing-masing daerah di Indonesia.

Tentu saja BLK memiliki program yang berbayar dan ada pula yang gratis dengan pendanaan dari APBN dan/atau APBD. ahkan, mereka yang menjadi peserta program ini juga akan mendapatkan dana insentif, sertifikat, modul, praktikum dengan praktisi di jajaran manajerial sebuah perusahaan rekanan, jaringan, magang, hingga ada pula yang menyediakan fasilitas asrama gratis selama pelatihan. Biasanya durasinya adalah 20-45 hari.



Ilmu yang bisa Sahabat Pelajari di BLK

Sahabat berkesempatan untuk mempelajari berbagai bidang ilmu. BLK membuka beberapa bidang kejuruan, seperti Kejuruan Teknik Sepeda Motor, Kejuruan Teknisi Komputer, Kejuruan Operator Komputer, Kejuruan Tata Busana, Kejuruan Teknik Pendingin, Kejuruan Tata Graha, Kejuruan Tata Boga, dan sebagainya. Bahkan keberadaan BLK juga bisa memfasilitasi untuk keahlian dalam bidang bahasa asing seperti, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Bahasa Korea.

Penyerapan Tenaga Kerja Setelah Pelatihan

 

lowongan kerja - yoexplore - pixabay

Ilustrasi Kesempatan Bekerja by Pixabay

Penyerapan tenaga kerjanya bukan hanya di skala nasional loh sahabat, buat sahabat yang ingin merasakan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri, BLK dapat memberikan kalian jaringan dan kesempatan itu loh, asalkan sahabat lulus dalam kompetisi bidang yang dibutuhkan, tentu saja setelah menjalani pelatihan.

Penyerapan tenaga kerja akan efektif jika sahabat aktif dan masih menjalin relasi dengan pendamping serta pemateri hingga rekan sejurusan sahabat. Setelah program pelatihan, sahabat akan diberikan tawaran program magang dan juga akan dibentuk grup WA jurusan yang tentu saja akan sangat membantu sahabat dalam mencari dan membagikan informasi seputar pencarian pekerjaan.

Lingkup BLK di Indonesia

Peta Indonesia by Pixabay

Ilustrasi Peta Indonesia by Pixabay

Lingkup ruang kerja BLK di Indonesia sudah mencapai hingga pelosok negeri loh, sahabat explorer. Hal ini bisa tercapai karena adanya Mobile Training Unit (MTU) atau Mobil keliling. Tujuan MTU adalah menggantikan BLK yang operasionalnya berupa pelatihan di sebuah gedung tetap di sebuah daerah, maka mobil keliling ini menjemput bola ke pelosok pedesaan untuk menjangkau masyarakat yang belum terserap tenaga kerja karena kurangnya skill yang dimiliki.

Perlukah BLK Go Digital di Era Industri 4.0 ini?

ilustrasi dunia digital by pixabay

ilustrasi dunia digital by pixabay

Melalui Kartu Pra Kerja, BLK merambah dunia digital. Kartu Pra Kerja Memberi akses kepada masyarakat yang telah mendaftar dengan berbagai fasilitas, seperti hak akses materi online (saat ini) offline (kedepannya), sertifikat, dan insentif (yang diperoleh setelah pelatihan).

Namun, sebagai lembaga negara, pemerintah mungkin bisa mempertimbangkan menjadikan BLK daring (online) sebagai wadah yang dapat menyediakan materi pelatihan secara gratis kepada siapa saja tanpa perlu harus mendaftar menjadi penerima Kartu Pra Kerja (KPK). Sebelumnya, dilansir dari tirto.id presiden memberikan pesan kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), bahwa BLK harus memiliki kompetensi untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi (mungkin dalam hal ini penerapannya pada Kartu Pra Kerja), namun hingga saat ini peran BLK belum tampak di KPK selain sosialisasi pendaftaran dan alur kerjanya.

Keterbatasan akses masyarakat terhadap KPK dapat memperlambat kebutuhan masyarakat dalam hal peningkatan skill. Apakah tidak sebaiknya BLK mencoba membuat alternatif hak akses bebas dan gratis dengan membuka saluran keterampilan secara online, entah itu melalui pemanfaat youtube dan pengoptimalisasian website sebagai media masyarakat memperdalam ilmu?

Bentuk Pelayanan Yang Bisa Ditawarkan BLK dalam Go Digital

Jadi dalam website BLK, Bentuk pelatihannya bisa berupa dua bentuk layanan.

Pertama, dengan memanfaatkan pengoptimalisasian website official BLK untuk memberikan materi peningkatan skill melalui media video tutorial dan modul. Website BLK dapat juga memberikan fasilitas forum untuk masyarakat mendiskusikan materi serta peluang pekerjaan. Cara mengakses websitenya bisa melalui pendaftaran anggota biasa (melalui email saja).

Kedua, BLK tentu saja juga tetap memberikan peluang bagi masyarakat yang merasa mampu membayar melalui penyediaan layanan premium. Apabila pengguna mengakses layanan ini, pengguna mendapat bimbingan langsung melalui chat dengan mentor profesional. Selain itu, pengguna juga dapat mengikuti program sertfikasi sesuai dengan jenis pelatihan yang dipilih.
Untuk mengakses layanan ini, user perlu melengkapi tambahan data, termasuk, misalnya, kewajiban untuk mengunggahfoto kartu identitas.

Untuk pengguna yang membutuhkan layanan premium, namun terkendala biaya, di sini lah kehadiran program Kartu Pra Kerja dibutuhan. Melalui Kartu ini, pengguna yang memenuhi syarat, misalnya, terkena PHK di tengah pandemi Covid-19, mendapatkan beasiswa untuk mengakses layanan premium BLK. Program beasiswa tersebut mencakup pula insentif bulanan yang dibayarkan kepada penerima beasiswa.

Baca Juga: Fakta Penyembuhan Corona

Selain program mentoring langsung dengan mentor profesional dan proses sertifikasi, pengguna layanan premium dapat mengakses peluang kerja atau modal usaha. Dengan adanya akses ini, dampak implementasi program BLK daring pun akan lebih terlihat.

Namun kembali lagi kepada kebijakan pemerintah, mau dibawa kemana kah bantuan peningkatan sumber daya manusia ini? Bagaimana pendapat Explorer?

Tentang penulis

Warda Karimah

Warda Karimah

Menjelajahi dunia, menikmati berbagai cita rasa masakan di dunia dan juga mencoba berbagai hal baru membuat hari saya sangat menyenangakan. Sebagai digital marketing trainee di Yoexplore saya sangat bersemangat utuk membagi berbagai hal tersebut bersama sahabat explorer, selamat membaca!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments