Gaya Hidup

Cerita traveling ke Malang: Wisata Sejarah

cerita traveling ke malang - candi badut
Gambar: merdeka.com
Spread the love


Malang, kota yang dingin dan terkenal akan pemandangan alam serta objek wisatanya ini, ternyata memiliki wisata sejarah yang tidak kalah menarik dari Magelang dan Mojokerto. Di malang ternyata menyimpan berbagai wisata sejarah yang berkaitan dengan masa kerajaan Singosari dan kerajaan sebelumnya. Cerita traveling ke Malang lebih menarik dilihat dari wisata sejarahnya.

Selain wisata sejarah, cerita traveling ke Malang bahkan ada juga yang terkait kisah peninggalan hasil perjuangan tentara Indonesia melawan penjajah. Juga banyak bangunan belanda yang masih terawat dan berfungsi baik di kota Malang, loh!

Menelusuri Cerita Traveling ke Malang Melalui Candi

Bukan hanya di Magelang Jawa Tengah, Malang juga punya candi, loh! Berikut perjalanan cerita traveling ke Malang dan  tiga rekomendasi Candi di Malang yang bisa kamu kunjungi!



Cerita Traveling Tak Terduga di Candi Singosari, Kab. Malang

cerita traveling ke malang - candi singosari
Gambar: Pixabay.com

Cerita traveling ke Malang kali ini diawali dari Candi Singosari. Malang memang memiliki sejarah sejak dahulu kala. Hal itu tercermin dari bangunan-bangunan awal di Kota Malang yang masih berdiri tegak, bahkan ada yang sudah berusia ratusan tahun lebih. 

Banyak dari bangunan dan tempat bersejarah seperti itu sekarang dilestarikan. Indonesia telah lama dikenal sebagai masyarakat yang multi budaya, multi ras, dan multi agama. Tidaklah mengherankan jika menemukan kuil, masjid, dan gereja yang dibangun bertahun-tahun yang lalu membuat cerita traveling ke Malang menjadi semakin beragam. Candi yang ada di Malang banyak sekali, salah satunya Candi Singosari.

Candi Singosari adalah salah satu wisata paling bersejarah yang tidak boleh kamu lewatkan. Ditemukan pada abad ke-18, candi ini dulunya disebut sebagai Kuil Menara oleh Belanda. Candi ini juga dikenal sebagai Candi Kendedes, didirikan untuk menghormati Raja. Kertanagara, raja terakhir dari Dinasti Singosari yang wafat pada tahun 1292 M. 

Singosari adalah  kerajaan yang berpusat di Jawa Timur yang muncul pada paruh pertama abad ke-13 setelah runtuhnya Kerajaan Kediri. Raja pertama Singosari, Ken Angrok (atau Ken Arok), mengalahkan raja Kediri, Kertajaya, pada tahun 1222. 

Raja terakhir Singorasi, yaitu Kertanagara (memerintah pada tahun 1268–92 M), mampu mempersatukan Jawa bagian timur untuk sementara waktu. Menjelang akhir pemerintahan Kertanagara, Kubilai Khan, kaisar besar bangsa Mongol dan kaisar Tiongkok, mengirim utusan ke Singosari untuk menuntut penghormatan, tetapi Kertanagara menolak dan bahkan menghina duta besar Kubilai Khan. 

Segera setelah itu penguasa Kediri, Jayakatwang, memberontak melawan Singosari dan membunuh Kertanagara, sehingga mengakhiri periode kekuasaan Singosari. Candi yang dibangun pada masa pemerintahan Singosari dianggap sebagai contoh seni Hindu-Jawa yang hebat. 

Candi ini sebagai tanda transformasi bertahap arsitektur Hindu ke dalam bentuk-bentuk Jawa. Juga mencerminkan peningkatan sinkretisme Hindu dan Buddhisme, yang berpuncak pada pemujaan Siwa – Buddha Kertanagara .

Warga Malang sering menyebutnya sebagai “Kuil Kubah”. Dengan banyaknya alternatif nama tersebut, orang setuju untuk menamakannya “Candi Singosari”. Dikenal dengan sebutan Candi Singosari karena letak candi tersebut yang berada masih dalam wilayah kerajaan Singosari pada masa diperkirakan bangunan tersebut ada.

Hal Unik Dalam Cerita Traveling ke Malang di Candi Singosari

Candi ini terbuat dari timbunan batu andesit setinggi tertentu yang kemudian diteruskan untuk diukir dari atas ke bawah. Bentuk candi yang bujur sangkar merupakan representasi dari warisan sejarah akulturasi Siwa – Buddha. 

Ada lingga dan yoni, arca-arca di dalam bangunan candi yang menyambut setiap pengunjung yang datang. Singosari memiliki banyak pahatan, arca, dan relief. Tak jauh dari candi di sisi barat, terdapat dua buah arca besar bernama Dwarapala yang diyakini sebagai gerbang masuk Dinasti Singosari ratusan tahun silam. 

traveling ke malang - candi singosari
Gambar: spiceislandsblog.com

Candi ini juga menampilkan relief indah yang menceritakan tentang kebesaran Dinasti Singosari. Patung-patung Siwa – Buddha adalah potongan-potongan yang harus diperhatikan. Sayangnya, sebagian besar arca di Candi Singosari telah dipindahkan ke Museum Volkenkunde, Leiden Belanda.

Candi Singosari terletak di Jalan Desa Kertanegara, Desa Candirenggo, Singosari, Malang. Jaraknya sekitar 10 mil ke arah utara dari kota Malang, dan sekitar 88 km ke arah selatan dari Surabaya. 

Untuk mencapai tempat tersebut, kamu dapat berbicara dengan agen perjalananmu atau langsung naik taksi. Itu tidak akan menghabiskan biaya terlalu banyak. Banyak juga Agen Tour Malang yang menyediakan paket tour wisata Candi Malang berkualitas. Kamu akan dipandu ke candi paling sakral dan luar biasa, seperti Singosari, Jago, Badut, dll. 

Cara lainnya, kamu bisa eksplorasi menggunakan angkutan umum di malang yang memang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Misalnya, kamu bisa menumpangi angkot hijau yang akan mengantarmu dari terminal Arjosari menuju Candi Singosari.

Candi Singosari ini adalah bukti hidup inspirasi kisah sejarah warga Malang. Itu adalah simbol keberadaan Kabupaten Malang sejak beberapa tahun lalu. Mengunjungi tempat ini akan menjadi salah satu pengalaman terbaikmu dan akan menjadi cerita traveling ke Malang yang mengesankan.

Cerita Traveling ke Malang Tidak Akan Cukup Sebelum ke Candi Kidal, Tumpang, Kab. Malang

cerita traveling ke malang - candi kidal
Gambar: 123rf.com

Belum selesai tentang cerita traveling ke Malang di kerajaan Singosari, ternyata masih terdapat peninggalan kerajaan Singosari, namnaya Candi Kidal. Candi ini berlokasi di desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, kurang lebih 20 km sebelah timur kota Malang. 

Candi Kidal, sebuah wisata sejarah ini, memiliki cerita traveling ke malang unik, loh, sahabat explorer. Konon merupakan tempat pemujaan tertua di Jawa Timur, karena Kerajaan Airlangga (abad 11-12 M), Kerajaan Kahuripan, dan raja-raja Kerajaan Kediri (abad 12-13 M) hanya menyisakan Candi Belahan dan Jalatunda yang merupakan sebuah kolam.

Candi Kidal dibangun pada tahun 1248 M, mengikuti upacara pemakaman ‘Cradha’ untuk Raja Anusapati dari Kerajaan Singosari. Candi ini dibangun sebagai dharma Raja Anusapati agar ia mendapat pemuliaan sebagai Siwa Mahadewa. 

Dibangun pada masa transisi masa kejayaan kerajaan Jawa Tengah ke kerajaan Jawa Timur, Candi Kidal memiliki kesamaan dengan candi Jawa Tengah dan candi Jawa Timur. Beberapa ahli bahkan menyebut Candi Kidal sebagai prototipe candi corak Jawa Timur.

Candi Kidal dibuat secara eksklusif dari batu andesit dengan dimensi geometris vertikal. Di sekitar halaman candi terdapat susunan batu yang berfungsi sebagai pagar. Candi ini berdiri di atas batur (dasar candi) setinggi 2 meter.

Untuk mengakses beranda di dasar candi, dipasang tangga batu tepat di depan gerbang masuk. Menariknya, setiap anak tangganya berbentuk datar, sehingga jika dilihat dari kejauhan seluruh anak tangga tidak terlihat seperti tangga sungguhan.

Tangga batu ini tidak memiliki pegangan tangan dengan gaya ukel seperti yang biasa ditemukan di candi-candi lain, namun di sisi kiri terdapat badug (tembok rendah) berbentuk siku yang menyumbat bagian samping dan bagian depan alas tangga. Badug seperti itu tidak ditemukan di kuil lain.

Gerbang masuk candi mengarah ke barat, dengan ruang pementas memiliki ornamen kalamakara (kepala raksasa) di atas ambangnya. Hiasan kepala raksasa berupa garang dengan mata terbuka lebar, mulut ternganga, dan 2 buah taring besar dan melengkung panjang memberikan kesan dominan. Kedua buah taring tersebut juga menjadi ciri khas candi dalam gaya Jawa Timur.

Candi Kidal berbentuk bujur sangkar tiga lapis yang semakin mengecil ke atas. Bagian atasnya tidak runcing, melainkan persegi dengan permukaan yang cukup lebar. Bagian atas atap tidak dihiasi ratna atau stupa, melainkan polos. Di sekitar tepi setiap lapisan dihiasi dengan bunga dan tanaman merambat. Legenda mengatakan bahwa setiap sudut lapisan ditanami berlian kecil.

Dalam kesusastraan Jawa Kuno, terdapat mitos yang populer di kalangan masyarakat, yaitu Garudeya, seekor burung mitos garuda yang berhasil membebaskan ibunya dari perbudakan dengan memberikan amerta air suci (air kehidupan) sebagai gantinya. Legenda mengatakan bahwa Garudeya diciptakan untuk memenuhi keinginan Anusapati yang ingin menyucikan Ken Dedes, ibu tercintanya. Mitos Garudeya digambarkan secara detail dalam relief di sekitar pangkal candi. Teknik membaca prasawiya (berlawanan arah jarum jam) digunakan untuk membaca relief mulai dari sisi selatan.

Relief pertama menggambarkan seekor garuda membawa 3 ular raksasa; yang kedua menggambarkan seekor garuda dengan periuk di kepalanya; dan relief ketiga menggambarkan seekor garuda menggendong seorang wanita. Di antara ketiga relief tersebut, yang kedua adalah yang paling indah dan utuh.

Candi Badut, Dau, Kab. Malang, Akhir Dari  Cerita Traveling ke Malang

cerita traveling ke malang - candi badut
Gambar: merdeka.com

Cerita traveling ke Malang terakhir adalah perjalanan di Candi Badut. Candi ini dibangun di atas dasar bujur sangkar, yang tingginya beberapa meter. Bangunan candi mempertahankan tubuhnya tetapi tidak pada atapnya, sebuah fakta yang membuat candi itu tampak jongkok, seperti balok.

Semuanya terbuat dari batu abu-abu yang disebut andesit, yang memberikan udara yang muram dan bermartabat. Tubuh candi lebih sempit daripada alas bujur sangkar, sehingga terdapat ruang yang sempit di sekeliling candi. Kemungkinan para penyembah pernah berkeliaran di sekitar tempat sempit ini, memandangi gambar suci yang ditempatkan di relung yang dipasang di dinding kuil. Saat ini tidak ada ukiran atau patung yang hadir dari pagar selain patung kala di atas pintu masuk. 

Motif batara kala yang terukir pada Candi Badut ini umum ditemukan di sebagian besar candi di Jawa Tengah, terutama candi yang dibuat pada abad ke-8 di Dataran Tinggi Dieng. Secara keseluruhan Candi Badut sangat mirip, terutama dengan Candi Arjuna. Karena itu, beberapa ahli memperkirakan pembangunan Candi Badut  berasal dari pengungsi pasca perang abad ke-8 di Jawa Tengah.

Walaupun terdapat pro dan kontra tentang cerita traveling ke Malang dalam pembangunan candi badut sebagai  ‘pengungsi dari perang’, candi badut jelas didedikasikan untuk dewa perang, Siwa. Bagian dalam kuil konon mengandung lingga dan yoni yang menyimbolkan pemujaan terhadap Siwa. 

Oleh karena itu, kita tahu bahwa pada abad ke-8 agama Hindu telah terbentuk setidaknya di satu bagian di Jawa Timur. Namun fakta yang menggelitik ini menimbulkan banyak pertanyaan yang belum terjawab. 

Museum Mpu Purwa, Perjalanan Tambahan Menikmati Cerita Traveling ke Malang

Cerita Traveling ke Malang - Museum Mpu Purwa
Gambar: tempatwisatamalang.com

Jika tadi wisata sejarah di Malang sudah dilakukan dengan berjalan-jalan mengunjungi beberapa candi di bawah terik matahari, kini saatnya kamu berteduh namun masih mendapatkan kisah sejarah menarik di Kota Malang. Kunjungi Museum Mpu Purwa, yang berisikan berbagai benda cagar budaya. 

Dibangun sekitar tahun 2003, museum ini adalah tempat yang pas buat kamu yang ingin menikmati wisata sejarah di Malang dengan mempelajari peninggalan dari zaman kerajaan Kanjuruhan abad ke-8 M, hingga masa akhir kerajaan Majapahit abad ke-16 M.

Museum ini berlokasi di perumahan Griyasanta, sebuah perumahan yang dekat dengan kampus-kampus terbaik di Indonesia, seperti Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Jadi dijamin kamu tidak akan kebingungan untuk mencari lokasi museum ini. 

Tuliskan Perjalanan Wisata Sejarah Versi Mu!

Apakah kamu juga menyukai wisata sejarah? Ayo, tuliskan wisata sejarah versimu, dan terbitkan di YoExplore. Jadikan pengalamanmu menarik orang lain untuk mengunjungi wisata sejarah yang kamu sukai. Bagikan tips dan ceritamu sebagai guest post gratis di YoExplore sekarang juga!

Tentang penulis

Warda Karimah

Warda Karimah

Menjelajahi dunia, menikmati berbagai cita rasa masakan di dunia dan juga mencoba berbagai hal baru membuat hari saya sangat menyenangakan. Sebagai digital marketing trainee di Yoexplore saya sangat bersemangat utuk membagi berbagai hal tersebut bersama sahabat explorer, selamat membaca!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments