Berita

New Normal Atau Kenormalan Baru? Apa Sih Itu?

kenormalan baru - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source: batamnews

YOEXPLORE, Tour Operator – Sahabat explorer, sekarang ini kita sedang dihebohkan dengan istilah the new normal atau kenormalan baru. Hal ini sudah jelas berkaitan dengan masalah pandemi coronavirus di Indonesia yang angkanya setiap hari semakin bertambah dan belum menunjukkan adanya penurunan kurva. PSBB yang sudah berlaku dari bulan lalu juga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan kurva coronavirus. Maka dari itu, pada akhirnya Presiden RI Joko Widodo menyebutkan dan mengajak masyarakat untuk hidup berdamai dengan Covid-19 dengan menerapkan Kenormalan baru atau the new normal. Lantas, seperti apa kenormalan baru ini? Apakah bisa menekan jumlah orang yang terjangkit? Atau justru akan sebaliknya?

Kenormalan Baru Di Indonesia

Melihat dari sisi positifnya, dengan adanya kenormalan baru ini, maka ekonomi bisa menjadi lebih baik lagi. Wajar, selama masa karantina kemarin memang ekonomi Indonesia jauh dari kata sejahtera. Semua sektor bisnis dan perdagangan bisa dibilang hampir mati. Tidak sedikit karyawan yang dikirimkan surat pemutusan kerjasama alias PHK. Selain itu, banyak juga perusahaan yang pada akhirnya tidak mampu memberikan gaji penuh kepada karyawannya karena faktor penjualan yang bisa dibilang menurun drastis. Sedangkan dari sisi negatifnya, kenormalan baru ini memang sangat berisiko untuk penambahan jumlah pasien yang positif Covid-19.

Segala aspek memang harus dipersiapkan untuk menyongsong kenormalan baru ini. Misalnya, fasilitas rumah sakit dan juga kamar dan alat-alat, seperti ventilator, harus dipersiapkan lebih banyak untuk mengantisipasi jumlah korban yang mungkin akan bertambah. Hal ini harus menjadi pertimbangan karena memang sampai sekarang ini belum ditemukan juga vaksin untuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 ini. Sampai sekarang, seluruh ilmuwan dari berbagai belahan dunia sedang sibuk melakukan tes dan penelitian untuk vaksin tersebut. Cara terampuh untuk mengalahkan virus ini sebenarnya adalah hidup disiplin dan juga konsumsi makanan sehat yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. 

Baca Juga: Pandemi Corona, Bagaimana Cara Pengujian Kesiapan Pelaku Usaha?



Lalu, Apa Itu New Normal?

Ketua Tim  Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita mengatakan bahwa new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal. Tentunya, perubahan perilaku ini juga dinaungi dengan beberapa protokol untuk pencegahan Covid-19 agar tetap dapat dicegah. Menurut Wiku, prinsip utama dari kenormalan baru ini adalah menyesuaikan dengan pola hidup. Protokol kesehatan sudah menjadi hal utama yang harus diperhatikan dengan cara menjaga jarak kontak tubuh atau physical distancing. Masyarakat akan tetap menjalani new normal ini hingga vaksin dari Covid-19 ini telah berhasil ditemukan dan diproduksi secara masal. 

Transformasi ini akan terus dibawa sampai waktu yang belum tahu sampai kapan. Patokannya hanya pada penemuan vaksin dari virus tersebut yang perlahan juga mulai menemui titik terang. Menurut beberapa ahli, paling cepat vaksin ini dapat diimplementasikan secara luas pada tahun 2021 mendatang. Artinya, perilaku new normal ini harus dilakukan masyarakat setidaknya sampai tahun depan atau mungkin lebih. Presiden Joko Widodo juga sudah mengajak masyarakat untuk hidup berdamai dengan Covid-19 ini. Namun hal ini juga perlu diperkuat dengan adanya pemahaman kepada masyarakat akan virus ini, baik bahayanya maupun bagaimana cara pencegahannya. Tugas ini memang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun juga dilakukan dan melibatkan seluruh jajaran masyarakat di Indonesia. 

Bisa dibilang, kenormalan baru ini adalah strategi terakhir sebelum vaksin tersebut ditemukan. Pemerintah juga harus lebih ketat lagi terhadap aturan adanya kerumunan, batasan jarak, dan kewajiban untuk menggunakan masker di mana pun dan kapan pun . Selain itu, juga perlu penerapan ketat protokol pengecekan suhu badan di setiap gedung, kantor, toko, atau tempat-tempat yang lainnya, termasuk tempat hiburan. Anak-anak yang sedang demam, flu, atau batuk dilarang masuk sekolah, begitu juga dengan karyawan kantor. Dengan adanya WFH (work from home) sudah banyak karyawan yang memang terbiasa untuk bekerja di rumah. Jika memang terbukti efektif, tidak ada salahnya untuk diterapkan, terutama bagi karyawan yang memang sedang tidak sehat. 

Protokol Kesehatan Covid-19

Protokol kesehatan Covid-19 ini meliputi beberapa hal seperti yang dijelaskan di bawah ini:

1. Cuci Tangan

Panduan untuk terus mencuci tangan mungkin akan menjadi kampanye yang akan kita lihat dan dengar setiap harinya. Gunakan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer jika memang tangan tidak terlihat kotor. Terutama apabila kita berada di transportasi umum. Tingkat kewaspadaan kita juga harus lebih ditingkatkan lagi. 

2. Hindari Menyentuh Wajah

Cara paling mudah untuk menghindari menyentuh wajah adalah dengan menggunakan masker. Masker memang akan menutupi bagian mulut dan hidung kita, sehingga kita akan cenderung berkurang menyentuh wajah. Tangan adalah pembawa virus yang bisa menyebar dengan mudah apabila kita tidak sengaja menyentuh area seperti mulut, hidung, dan mata. Maka dari itu, kebiasaan ini harus sering dikampanyekan. 



3. Menerapkan Etika Batuk & Bersin

Jika kamu berada di tempat umum, atau di mana pun , ketika ingin batuk atau bersin maka gunakanlah etika yang benar. Caranya mudah, kamu hanya perlu menahan hidung atau mulut kamu dengan siku bagian dalam agar droplet tidak menyebar dan menempel ke permukaan yang lainnya. Cara ini juga perlu untuk dikampanyekan kita bersama, karena penyebab utama penyebaran virus corona adalah melalui droplet. 

4. Physical Distancing

Yang sudah dijelaskan tadi di atas. Physical distancing atau jaga jarak antar manusia ini juga harus mulai kita biasakan. Dengan adanya pencegahan jarak ini, maka risiko penularan juga akan berkurang. 

5. Isolasi Mandiri

Jika kamu merasa tidak enak badan, demam, flu, batu, napas mulai terasa sesak, maka dengan kesadaran diri untuk melakukan isolasi mandiri. Panduannya jelas, jika gejala ringan sampai sedang, maka kamu bisa isolasi mandiri di dalam rumah tanpa keluar selama 14 hari. Jika memang gejala sudah terasa berat, kamu bisa langsung menghubungi rumah sakit rujukan Covid-19 terdekat. 

Selain itu, menjaga kesehatan dengan konsumsi makanan yang sehat juga tidak kalah penting. Sekarang, hanya imunitas tubuh kita saja yang bisa melawan penyakit ini. Virus ini akan mati sendirinya apabila kita memiliki imunitas tubuh yang kuat. Selain itu, WHO juga menganjurkan dengan adanya penerapan new normal ini dengan memperbanyak rapid test, melakukan isolasi mandiri, pengecekan kondisi medis lainnya, dan juga pelacakan (tracing). Jika hal ini sudah dipersiapkan secara matang, maka kita sudah bisa mengucapkan “welcome the new normal”. Tetap aman dengan #dirumahaja dan stay safe, explorer!

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah kontributor untuk majalah YOEXPLORE pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments