Berita

Berikut Adalah Tanaman Herbal Untuk Memperkuat Imun Agar Dapat Mencegah Covid-19

tanaman herbal untuk cegah corona - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source: tribun

YOEXPLORE, Tour Operator – Sahabat explorer, penyebaran dari Covid-19 atau coronavirus ini memang sudah semakin memprihatinkan di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Virus ini menyebar dengan begitu cepat dan juga menyebabkan banyak kematian meskipun dalam rasio persentase yang rendah. Berbagai macam upaya penelitian sedang dilakukan oleh para ahli guna menangkal virus ini. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi vitamin dan juga suplemen untuk meningkatkan imunitas. Selain itu juga ada beberapa tanaman herbal untuk cegah corona yang bisa kamu konsumsi, sahabat explorer.

Tanaman Herbal Untuk Cegah Corona

Di Indonesia sendiri, memang banyak tersedia tanaman herbal yang berfungsi sebagai obat-obatan tradisional yang sudah dipercaya sejak zaman dahulu kala. Ketua Program Studi Profesi Apoteker, dan juga Dosen Departemen Farmakologi & Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM, Ika Puspitasari menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan menggunakan sistem imun alami tubuh agar terhindar dari virus corona. 

Ika Puspitasari juga menyebutkan terdapat sejumlah cara untuk dapat mengaktifkan sistem imun tubuh. Salah satunya adalah dengan cara menjaga pola makan dengan gizi yang seimbang. Selain itu, minum air putih sedikitnya 6 gelas/hari, olahraga setidaknya 3 kali dalam seminggu dengan durasi minimal 30 menit, dan juga menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan dengan mandi setiap hari. 

Dan tidak kalah penting untuk selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setiap kali ingin makan atau minum dan juga setelah dan sebelum masuk ke kamar mandi. Tidak lupa juga untuk tidur yang cukup selama 6-8 jam sehari. 

Baca Juga: Coronavirus Bisa Bertahan Lebih Lama Di Permukaan Benda

Terkait dengan penggunaan imunomodulator (pengatur sistem kekebalan tubuh), Ika juga mengatakan, bahwa konsumsi imunomodulator ataupun vitamin dan suplemen juga tidak boleh menggantikan gizi seimbang yang dikonsumsi setiap harinya. Dengan kata lain masyarakat juga  tetap dianjurkan untuk selalu menjaga pola makan dengan gizi yang seimbang. “Ada beberapa herbal yang pernah diteliti baik secara in vitro (pada sel) maupun in vivo pada hewan uji yang bisa mendongkrak imun tubuh” kata Ika. 

Terdapat 17 herbal yang pernah diteliti dan sudah terbukti mampu meningkatkan imunitas. Beberapa herbal tersebut diantara lain adalah:



1. Kembang Sepatu (Hibiscus rosasinensis)

Ekstrak dari kembang sepatu yang dapat menstimulasi perkembangan sel yang juga berfungsi melawan infeksi dan kuman di dalam tubuh yang dikenal dengan T cells dan E cells. Tingginya kandungan vitamin C yang terdapat pada kembang sepatu ini juga membantu T&E cells dalam memberantas kuman penyakit.

2. Brotowali (Tinospora cordifolia)

Tanaman brotowali juga memiliki kandungan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas, menjaga sel-sel tubuh tetap sehat dan juga menyingkirkan penyakit.

Brotowali membantu menghilangkan racun, membersihkan darah, melawan bakteri penyebab penyakit, dan juga memerangi penyakit hati, sertajua infeksi saluran kemih.



3. Teen (Ficus carica)

Antioksidan yang ada dalam buah teen juga dapat membantu menangkal radikal bebas yang dapat memicu kerusakan sel di dalam tubuh.

Maka dari itu, buah teenmerupakan buah yang dapat membantu menjaga kesehatan kamu, termasuk dapat mencegah kanker, mencegah penyakit kardiovaskular, dan meningkatkan sistem imun agar  berbagai macam patogen tidak dapat menyerang dan menginfeksi tubuh kita.

4. Lidah buaya (Aloe vera)

Tanaman lidah buaya sangat dihargai karena memiliki sifat anti virus, anti inflamasi, anti bakteri dan imunomodulator-nya. Lidah buaya juga memiliki 75 senyawa aktif, termasuk vitamin, mineral, enzim, gula, lignin, saponin, asam amino dan asam salisilat yang berkontribusi terhadap banyak manfaat kesehatan yang disediakan lidah buaya.

5. Murbei (Morus alba), Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)

Rata-rata dalam satu buah jeruk nipis itu mengandung 30 miligram vitamin C. Jumlah tersebut sudah mencukupi kadar 30 persen kebutuhan harian vitamin C untuk tubuh kita. Manfaat jeruk nipis untuk kesehatan dari kandungan vitamin C-nya yang banyak ini juga sangat beragam, mulai dari menyembuhkan sariawan, mengatasi masalah pencernaan, mencegah flu, hingga mengatasi asam urat.

6. Bawang putih (Allium sativum)

Memang selain menyedapkan masalah, bawang putih juga sudah dikenal luas sebagai obat rumahan. Ini juga dikarenakan kandungan allicin pada bawang putih yang ampuh untuk segera menyembuhkan dan melindungi diri dari berbagai jenis penyakit.

7. Kunyit (Curcuma longa)

Adapun sebuah penelitian tahun 2017 mengabarkan bahwa curcumin memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi. Jadi saat memasak, jangan lupa tambahkan kunyit.

8. Urang-aring (Eclipta alba)

Urang-aring memiliki kandungan senyawa wedelolactone yang bisa meningkatkan kemampuan sel imun dan titer antibodi dalam tubuh manusia.

9. Mangga (Mangifera indica)

Dalam satu buah mangga ternyata mengandung 1,5 mg vitamin E. Tak hanya itu, mangga juga kaya akan serat, vitamin A, B6, dan C untuk meningkatkan imunitas tubuh.

10. Mimba (Azadirachta indica)

Tanaman ini khususnya bagian daun mempunyai banyak manfaat yaitu sebagai anti disentri, anti malaria, insektisida, dan fungisida, serta baik untuk menjaga imunitas tubuh.

11. Mengkudu (Morinda citrifolia)

Kandungan polisakarida yang ada di dalam mengkudu bisa dimanfaatkan sebagai imunostimulator untuk membantu menormalkan sistem imun.

12. Pegagan (Centella asiatica)

Pegagan juga mengandung bahan aktif alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Tiga golongan bioaktif, yaitu triterpenoid, steroid, dan saponin termasuk antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

13. Cabe Jawa (Piper longum)

Cabai Jawa mengandung senyawa seperti piperine, minyak atsiri, sesamin, benzene dan palmitic ascid yang bermanfaat di bidang kesehatan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti demam, sakit kepala dan juga flu.

14. Echinace (Echinacea pupurea)

Selain mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh kamu, echinacea dipercaya bermanfaat sebagai antivirus, antiradang, dan juga antioksidan. Oleh karena itu, bahan ini diyakini dapat membantu tubuh melawan virus penyebab flu, membantu pertumbuhan sel, dan juga mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah.

15. Meniran (Phyllanti niruri)

Kemampuan meniran yang bisa melawan bakteri H. pylori. Bakteri ini kerap ditemukan dalam saluran pencernaan dan dalam beberapa kasus menyebabkan tukak lambung, sakit perut, hingga mual. Selain itu juga bagus untukmenjaga imunitas tubuh, mencegah batu ginjal dan sebagai anti inflamasi.

16. Keladi tikus (Thyponium flagelliforme)

Keladi tikus juga merupakan tanaman herbal yang memiliki agen detoksifikasi yang bagus untuk membersihkan organ tubuh. Tanaman ini ditemukan memiliki potensi untuk obat anti kanker. Bagian tanaman yang mengandung antikanker adalah seluruh bagian tanaman, yaitu akar, batang, daun dan bunga. 

17. Sarang semut (Myrmecodia tuberosa)

Umbi dari tanaman sarang semut mengandung zat aktif imunomodulator atau zat pengaktif sistem kekebalan tubuh manusia, yang juga dapat dijadikan obat beberapa penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan daya tahan tubuh.

Semua tanaman herbal ini bisa dikonsumsi dengan cara dijadikan minuman, makanan atau dicampur dalam sebuah makanan atau minuman yang akan disajikan atau juga dijadikan suplemen. Untuk yang terakhir, tentunya diperlukan ahli dan penelitian lebih lanjut lagi, sahabat explorer. Ika juga menjelaskan jika mengonsumsi bahan-bahan tersebut dapat mendongkrak sistem imunitas. Konsumsi ini dapat dilakukan sepanjang waktu tertentu dengan maksimal 8 minggu. Hanya saja, otoritas pengawas obat di beberapa negara yang ada di Eropa merekomendasikan waktu penggunaan bahan bersifat imunomodulator tidak lebih dari 8 minggu. “Konsumsi dapat dilakukan sepanjang waktu tertentu maksimal 8 minggu. Hanya saja, otoritas pengawas obat di beberapa negara Eropa merekomendasikan waktu penggunaan bahan bersifat imunomodulator tidak lebih dari 8 minggu.” ujar Ika. 

Selain itu, penggunaan dari imunomodulator ini juga tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada pasien-pasien yang memiliki penyakit kronis seperti leukemia, TB, dan penyakit autoimun seperti SLE, Rheumatoid artritis, Idiopatik trombositopeni purpura, dan DM tipe 1.

Ika juga kembali menegaskan, bahwa pola hidup sehat dan pola makan yang sehat untuk menangkal coronavirus atau Covid-19 ini harus menjadi prioritas utama. Hal tersebut sangatlah penting, mengingat pengaruh pola makan dan juga hidup sehat lebih terpercaya dalam meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus corona.

Sahabat explorer, itulah beberapa tanaman herbal untuk cegah corona yang bisa kami informasikan kepada kamu. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk tetap #dirumahaja , stay safe dan have a good day, explorer!

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah kontributor untuk majalah YOEXPLORE pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments