Gaya Hidup

Fakta Perayaan Chuseok: Hari Lebarannya Orang Korea Selatan!

Perayaan Chuseok
sumber: seputar tangsel

YOEXPLORE.CO.ID – Di Indonesia, kegiatan mudik erat hubungannya dengan Hari Raya Idul Fitri yang dilaksanakan oleh umat Muslim. Tahukah kamu, sahabat explorer? Korea juga melakukan kegiatan mudik lho! Pada hari perayaan Chuseok, warga Korea Selatan biasanya akan pulang ke kampung halaman masing-masing. Momentum yang menjadi hari libur nasional Korea Selatan ini digunakan untuk bertemu keluarga, ziarah ke makam keluarga, pesta makan, atau menghadiri berbagai festival

Perayaan Chuseok

sumber: trazy blog

Di hari Lebaran yang dirayakan di Indonesia, kamu akan menemukan para wanita mengenakan gamis atau kaftan dan para laki-laki mengenakan baju koko.Serupa dengan hal tersebut,  warga di Korea Selatan juga mengenakan pakaian adat, seperti Hanbok, saat merayakan hari raya Chuseok.

Apa sih Perayaan Chuseok? Berikut beberapa faktanya!



Fakta-1: Asal-usul Hari Perayaan Chuseok

Chuseok sendiri memiliki arti hari bulan purnama dan memang biasanya perayaan ini jatuh pada hari ke-15 bulan delapan di musim gugur. Namun uniknya, perayaan Chuseok jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya karena dirayakan berdasarkan kalender lunar. Festival bersejarah ini sendiri sudah ada sejak tahun 95 SM (Sebelum Masehi) sampai Tahun 935 M (Masehi) dan dikenal dengan nama Hangawi. Berasal dari kata Han yang berarti raya dan Gawi yang berarti tengah, perayaan ini selalu diadakan pada pertengahan musim gugur. Hangawi memiliki arti, hari besar di tengah musim gugur.

 

Biasanya festival Hangawi dimeriahkan dengan mengadakan lomba tenun, yang pemenangnya akan dihadiahkan makanan dari hasil panen yang melimpah. Hangawi juga disebut serupa dengan perayaan Thanksgiving, yang merupakan momen untuk berterimakasih dan bersyukur kepada para leluhur serta berbagi dengan orang lain. Pada perayaan Hangawi atau Chuseok, hasil panen akan dibagikan kepada saudara, teman, atau tetangga. Perayaan Hangawi atau yang kini dikenal dengan nama Chuseok, memiliki makna cinta pada keluarga, rasa terimakasih, serta berbagi rezeki kepada nenek moyang dan Tuhan.

Fakta-2: Hidangan Yang Disajikan Bikin Ngiler!

Kalau di Indonesia, Ketupat Sayur, Semur Daging, Rendang, Gulai Nangka, dan masih banyak lagi, siap menghiasi meja makan di momen lebaran, hari raya Chuseok juga dipenuhi dengan makanan lho. Songpyeon merupakan salah satu sweets wajib yang paling khas dari perayaan Chuseok. Terbuat dari adonan tepung beras dengan berbagai filing, dua yang paling umum ditemukan, adalah pasta dari kacang-kacangan atau wijen. Camilan yang satu ini juga diisi dengan gula dan berbagai bahan bernutrisi lainnya, lalu dikukus sampai matang. Hidangan Songpyeon memiliki bentuk dan isi yang berbeda-beda sesuai daerah masing-masing. Namun yang paling umum ditemukan dalam perayaan Chuseok adalah Songpyeon berbentuk setengah bulan dengan besar ukuran satu kali caplok. 

Makanan Korea Songpyeon

sumber: michelin guide

Jika merindukan hidangan yang savory, dalam perayaan Chuseok terdapat pancake tradisional Korea yang bernama, Jeon.  Pancake memang identik dengan rasa manis, namun pancake tradisional Korea justru dominan dengan rasa asin. Jeon merupakan salah satu hidangan yang mudah ditemui pada saat hari raya Chuseok. Pancake Korea ini dibuat dengan cara mencampurkan tepung dengan bahan pelengkap yang diinginkan. Biasanya Jeon dicampur dengan Kimchi, olahan seafood, serta tentunya daun bawang. Adonan tersebut kemudian digoreng dalam wajan yang telah diberi sedikit minyak. Kalau di Indonesia, mungkin pancake Korea bernama Jeon ini sekilas mirip telur dadar ya, sahabat explorer?

Pancake Korea Jeon

sumber: ryukoch.com

Para pecinta sate juga pasti akan tertarik dengan perayaan Chuseok karena ada hidangan sate yang unik di Hari Raya Korea ini. Sate Hwayangjeok memiliki paduan warna yang cantik. Terbuat dari berbagai bahan makanan yang berwarna-warni, hidangan yang satu ini terlihat seperti sate pelangi. Walau terlihat seperti sweets, sate ini merupakan hidangan savory, sahabat explorer. Sate Hwayangjeok berbahan dasar Doraji atau sejenis akar bunga yang mirip ginseng, telur, wortel, jamur pyogo, dan tentunya daging sapi. Sate dibuat berwarna-warni sebagai wujud kecerian dalam merayakan hari raya Chuseok.

Sate Hwayangjeok

sumber: dreamers.id

Fakta-3: Ngapain Aja Saat Hari Raya Chuseok?

Pada pagi hari dalam perayaan Chuseok, para anggota keluarga akan berkumpul di rumah untuk melakukan ritual penghormatan terhadap para leluhur, yang disebut Charye. Pada tradisi ini, terdapat kegiatan mengatur meja makan dan menawarkan makanan kepada orang paling tua, yaitu nenek moyang. Anggota keluarga akan melakukan upacara ritual dengan menyajikan buah-buahan dan biji-bijian yang baru dipanen kepada leluhur dalam kegiatan Charye. Setelah ritual berakhir, barulah para anggota keluarga duduk bersama di satu meja dan menikmati hidangan yang ada di meja. Kebiasaan berbagi makanan ini disebut Eumbok. Kegiatan ini juga menjadi salah satu tradisi penting pada Hari Raya Chuseok karena Eumbok dianggap mampu merekatkan hubungan antar anggota keluarga. 

Ziarah Makam Korea

sumber: koreana

Pada Hari Raya Chuseok, ada berbagai macam tradisi yang dilaksanakan selain makan bersama dan ziarah. Acara bercengkrama bersama keluarga bukan hanya terjadi saat menyantap hidangan saja, tetapi juga saat menikmati aneka hiburan. Permainan Salmunori merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan saat perayaan Chuseok. Salmunori secara harfiah berarti permainan 4 alat musik tradisional Korea, yaitu Janggu atau gendang berbentuk jam pasir, Kwaenggwari yang merupakan gong kecil, Buk atau gendang besar, dan Jing yaitu gong besar. Salmunori dapat dianggap sebagai permainan perkusi tradisional khas Korea Selatan. Ada juga tari melingkar yang disebut Ganggangsullae yang biasanya khusus dimainkan oleh para wanita dengan saling berpegangan tangan membentuk lingkaran dan menyanyi.

Tarian Khas Perayaan Chuseok

sumber: the kraze

Korea Selatan juga memiliki tari topeng lho, sahabat explorer. Tari topeng ini disebut Talchum. Talchum merupakan pementasan tari topeng Korea yang disertai dengan tarian, dialog dan lagu-lagu Korea. Topeng yang digunakan dalam Talchum sendiri memiliki berbagai macam karakter. Mulai dari Yangban (bangsawan), Kaksi (pengantin wanita), Chung (biksu), Choraengi (pelayan), Sonpi (sarjana), Imae (orang yang kurang berpendidikan), Bune (selir), Baekjung (pemotong daging), sampai Halmi (wanita tua). Wah, seru banget ya untuk dimainkan seluruh anggota keluarga!

Tari Topeng Perayaan Chuseok

sumber: whats the kpop

Hari raya Chuseok juga sangat erat kaitannya dengan bulan purnama, sahabat explorer. Itulah mengapa terdapat suatu kepercayaan tradisional bahwa jika memanjatkan doa pada bulan purnama di hari Chuseok, maka doa itu kabarnya akan terkabul. Itulah Fakta Perayaan Chuseok: Hari Lebarannya Orang Korea Selatan. Seru juga ya, sahabat explorer

 



Tentang penulis

Marisa

Marisa

Saya adalah kontributor untuk majalah YOEXPLORE, seorang hospitality enthusiast yang menyukai seni musik.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments