Berita

Kejadian Penting di Bulan Oktober

kejadian penting di bulan oktober
sumber: pikiran rakyat

Sahabat explorer, setiap peristiwa yang terjadi memiliki kisah yang menjadi sejarah. Inilah 5 Kejadian Penting di Bulan Oktober yang pernah terjadi sampai tahun ini: 



1 Oktober 2005

3 tahun berselang sejak peristiwa Bom Bali I, Bali kembali mengalami duka. Pengeboman Bali 2005 atau dikenal sebagai Bom Bali II terjadi pada tanggal 1 Oktober 2005. Kembali terjadi dengan jumlah tiga pengeboman, satu di Kuta, dan dua di Jimbaran. Kejadian penting di bulan Oktober ini mengakibatkan 23 orang tewas dan 196 orang lainnya luka-luka. Beberapa hari setelah kejadian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ansyaad Mbai, menyatakan bahwa kejadian ini merupakan bom bunuh diri. Pengeboman ini dilakukan 3 orang berbeda.

bom bali II 2005

sumber: jurnal presisi

Dua ledakan pertama terjadi di Nyoman Café dan Kafe Menega di Jimbaran pada sekitar pukul 19.40 WITA.  Lalu bom  kedua menyusul di R.AJA’S Bar and Restaurant Kuta beberapa menit sebelum pukul 20.00 WITA. Bukti bom bunuh diri disimpulkan dari serpihan ransel dan tubuh manusia yang hancur berlebihan. Namun masih terdapat kemungkinan bahwa ransel – ransel tersebut telah disembunyikan terlebih dahulu sebelum diledakkan. Dampak kejadian penting di bulan Oktober ini untungnya tidak separah Bom Bali I, mulai dari jumlah korban sampai dampak pariwisatanya. Walau tetap menurun, tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali bangkit.

3 Oktober 1965

Pada hari itu, 3 oktober 1965, Indonesia akhirnya menemukan titik terang mengenai keberadaan 7 pahlawan revolusi pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia atau disingkat G30S/PKI. Pada lubang sumur tua dengan kedalaman kurang lebih 12 meter dan diameter 75 cm, jenazah 7 pahlawan revolusi akhirnya ditemukan. Mereka dibantai oleh Partai Komunis Indonesia karena dituduh akan menjalankan makar terhadap Presiden Soekarno melalui Dewan Jenderal pada masa itu. Peristiwa ini juga melibatkan Resimen Cakrabirawa yang bertugas khusus menjaga keamanan Presiden. 

kejadian penting di bulan oktober pahlawan revolusi

sumber: travelingyuk

Tanggal 30 September 1965 menjadi peristiwa pengkhianatan terbesar yang pernah menimpa Bangsa Indonesia. Bertujuan untuk menggulingkan Presiden Soekarno dan mengubah Indonesia menjadi komunis, peristiwa selewat malam ini mengincar para Dewan Jenderal dan perwira tinggi. Posisi ketujuh jenazah Pahlawan Revolusi  saat ditemukan dalam keadaan tidak baik, yaitu bertumpuk satu sama lain. Adapun perkiraan urutan posisi jenazah dalam kejadian penting di bulan Oktober ini dimulai dari urutan paling bawah, adalah:

  • Mayor Jendral TNI Donald Isaac Panjaitan
  • Letnan Jendral TNI Anumerta Ahmad Yani
  • Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
  • Mayor Jendral TNI Mas Tirtodarmo Haryono
  • Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto
  • Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman
  • Kapten Czi Anumerta Pierre Andries Tendean
pahlawan revolusi kejadian penting di bulan oktober

sumber: okezone

Ketujuh jenazah pahlawan revolusi tersebutsengaja dimasukan ke dalam sumur untuk menghilangkan jejak. Namun berkat peran Sukitman, salah satu anggota kepolisian yang pada 1 Oktober 1965 sempat dibawa paksa ke Lubang Buaya tetapi berhasil meloloskan diri, lokasi ini terungkap. Proses pengangkatan jenazah baru selesai pada tanggal 4 Oktober 1965. Sehari setelahnya, yaitu pada tanggal 5 Oktober 1965, ketujuh pahlawan revolusi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Dalam prosesi upacara pemakaman, Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasution turut hadir. Beliau merupakan salah satu sasaran G30S/PKI yang selamat berkat pengorbanan ajudannya, Kapten Czi Anumerta Pierre Andries Tendean.

8 Oktober 2020: Kejadian Penting di Bulan Oktober Terbaru

Kejadian penting di bulan Oktober yang satu ini diawali oleh pengesahan Undang-undang Cipta Kerja oleh pemerintah bersama DPR pada 5 Oktober 2020. Walau draf asli UU Cipta Kerja ini belum terbit dan masih dalam proses finalisasi naskah, massa mantap untuk berdemo. Pada tanggal 8 Oktober 2020, puncak dari rangkaian demo menentang Omnibus Law ini terjadi. Puncak mogok nasional selama 3 hari berupa kegiatan demo ini terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Aksi demonstrasi terjadi di Jakarta, Bandung, Palembang, Surabaya, Sukabumi, Depok, Malang, Yogyakarta, dan beberapa daerah lainnya. 

demo uu cipta kerja omnibus law kejadian penting di bulan oktober

sumber: metro tempo

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) pun ikut menyuarakan penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Demonstran yang terdiri dari massa buruh, mahasiswa dan aktivis berbagai organisasi masyarakat sipil melakukan long march. Sayang situasi berubah tidak kondusif dan menjadi anarkis. Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa dari 1.192 orang yang diamankan, 285 orang terindikasi mengeroyok polisi dan merusak fasilitas umum. Sebanyak 87 orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Dari 87 orang, 7 orang ditahan karena terancam hukuman di atas 5 tahun. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP karena melakukan pengeroyokan pada petugas. Sementara 80 orang lainnya hanya mendapat ancaman hukuman rendah atau di bawah 5 tahun, dan tidak ditahan.

demo uu cipta kerja omnibus law

sumber: nasional tempo

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalami kerugian mencapai Rp 55 miliar. Beberapa diantaranya, seperti Gedung Kementerian ESDM yang rusak karena dibakar. Belum lagi mobil-mobil di depan gedung yang ikut ringsek serta kaca pintu utama gedung yang rusak karena batu. Ada juga bangunan bekas gedung bioskop di Senen, Grand Theater, yang rusak dibakar. Terdapat total 4 pos polisi yang dibakar, yaitu di kawasan Tugu Tani, Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Simpang Harmoni dan kawasan Senen. Tidak lupa yang viral di media sosial, Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia dan Setiabudi Astra yang dirusak serta 8 halte Transjakarta.

12 Oktober 2002

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam untuk Bali dan Indonesia. Pada tanggal 12 Oktober 2002, terjadi Bom Bali I pada 3 titik yang berbeda. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Irish Pub dan Sari Club di jalan Legian, daerah Kuta. Lalu satu ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Jalan Puputan, daerah Renon. Hari itu pada waktu yang hampir bersamaan, dua bom meledak sekitar pukul 23.05 WITA. Bom berjenis TNT seberat 1 kilogram meledak di Paddy’s Irish Pub, lalu selang 20 detik, bom RDX seberat 50-100 kilogram meledak di Sari Club. Lalu sekitar 10 menit kemudian, pada pukul 23.15 WITA, ledakan bom TNT seberat 0,5 kilogram kembali mengguncang di lokasi yang jaraknya cukup jauh dari lokasi pertama. Kejadian penting di bulan Oktober ini mengakibatkan 202 korban jiwa dan 209 korban luka cedera.

bom bali I 2002

sumber: sejarah lengkap

Korban paling banyak didominasi oleh warga Australia karena ledakan paling mematikan berasal dari Sari Club, yang memang pada saat itu terkenal hanya khusus untuk warga negara asing. Terdapat dua pelaku peledakan bom atau sering disebut sebagai pengantin bom bunuh diri. Pelaku pertama diinstruksikan untuk menggabungkan kabel-kabel dari detonator ke kotak switch bom mobil L-300 di Sari Club. Sementara pelaku kedua, bertugas memakai bom rompi dan masuk ke Paddy’s Pub. Sebelumnya pada pukul 20.45 WITA, salah satu dalang pengeboman sudah meletakan bom lainnya di trotoar sebelah kanan kantor konsulat Amerika untuk diledakan dari jarak jauh dengan sistem remote ponsel.

monumen bom bali i

sumber: wikipedia

Setelah dua ledakan pertama, barulah dalang pengeboman dan kawan-kawan yang sebelumnya telah menyewa satu motor Yamaha, lanjut meledakkan bom ketiga tersebut. Untungnya bom ketiga ini tidak kembali mengakibatkan korban jiwa. Selain monumen peringatan, peristiwa bom Bali juga turut diangkat menjadi sebuah film bernama Long Road to Heaven.

19 Oktober 1987

Kejadian penting di bulan Oktober ini dikenal sebagai Tragedi Bintaro I. Kecelakaan kereta api terburuk dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia ini melibatkan dua buah kereta api di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. Peristiwa tragis ini juga menyita perhatian publik dunia. Dalam kecelakaan ini, rangkaian kereta api Patas Merak jurusan Tanah Abang–Merak berangkat dari Stasiun Kebayoran. Di tempat lain, kereta api Lokal Rangkas jurusan Rangkasbitung–Jakarta Kota berangkat dari Stasiun Sudimara. 

tragedi bintaro kejadian penting di bulan oktober

sumber: fimela

Menurut Perusahaan Jawatan Kereta Api atau yang kini dikenal sebagai PT KAI, peristiwa bermula atas kesalahan kepala Stasiun Serpong yang memberangkatkan  kereta jurusan Rangkasbitung–Jakarta Kota ke Stasiun Sudimara tanpa mengecek kepenuhan jalur. Sementara emplasemen Stasiun Sudimara yang memiliki tiga jalur saat itu telah ditafsirkan penuh. Karena Stasiun Sudimara sudah tidak dapat menerima persilangan antar kereta api, maka kereta tersebut harus meninggalkan Stasiun Sudimara untuk berhenti di stasiun berikutnya, yaitu Kebayoran.

tragedi bintaro

sumber: monitor.id

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, petugas harus menelepon atau mengirimkan Surat Pemindahan Tempat Persilangan (PTP), yang harus diserahkan langsung ke masinis dan kondektur. Namun sayangnya, surat tersebut diserahkan tanpa memberikan izin terlebih dahulu kepada PPKA Kebayoran yang ternyata sedang berganti shift. Kereta api Patas Merak jurusan Tanah Abang–Merak yang berangkat dari Stasiun Kebayoran berjalan sesuai rutenya. Ketika tabrakan terjadi, masinis kereta api Lokal Rangkas jurusan Rangkasbitung–Jakarta Kota berangkat dari Stasiun Sudimara terkejut melihat kereta lain berada di depan mata. Walau sudah menarik tuas rem bahaya, Kecelakaan pun tidak dapat dihindari. Kecelakaan tragis ini mengakibatkan korban tewas sebanyak 139 orang, 72 orang tewas di tempat dan sisanya meninggal dalam perawatan di rumah sakit karena kondisi yang parah.. Terdapat total 254 orang luka-luka dengan rincian 170 orang dirawat di rumah sakit dan 84 orang luka ringan.

Itulah 5 Kejadian Penting di Bulan Oktober, apakah kamu punya info lain tentang peristiwa yang pernah terjadi di bulan Oktober? Bagikan opinimu di kolom komentar atau tuangkan dalam bentuk artikel di website YoExplore!

 

 

 

 

Tentang penulis

Marisa

Marisa

Saya adalah kontributor untuk majalah YOEXPLORE, seorang hospitality enthusiast yang menyukai seni musik.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments